Hikayat : Pengertian, Ciri, Unsur, dan Nilai yang Terkandung di Dalamnya

Hikayat : Pengertian, Ciri, Unsur, dan Nilai yang Terkandung di Dalamnya

Tutorilmu.id. Sejak zaman dulu, orang tua selalu memberikan nasihat melalui  sebuah cerita. Salah satu bentuk cerita yang telah dilestarikan secara turun-temurun adalah hikayat

Hikayat , mirip cerita sejarah menceritakan tentang kekuatan, mukjizat, dan segala keanehannya. Di dalamnya dalamnya banyak terdapat hal-hal yang tidak masuk akal dan penuh keajaiban.

Biasanya hikayat berisi kisah tentang kesaktian, kehidupan raja, kisah si baik dan si jahat, dan kisah-kisah khayalan lainnya.

Baca : Cerita Rakyat : Karakteristik, Fungsi, Struktur, Jenis, dan Unsurnya

Dalam hikayat kebanyakan kisahnya berakhir bahagia dan tokoh yang baik sebagai tokoh utama atau pahlawan akan menang.

Wajar hikayat biasanya akan berfungsi sebagai hiburan atau pelipur lara, bahkan untuk membangkitkan semangat juang seseorang.

Pengertian Hikayat

Secara etimologis, istilah hikayat berasal dari bahasa Arab, yaitu ‘haka’, yang artinya menceritakan atau bercerita.

Hikayat adalah karya sastra lama berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan keluarga istana atau kaum bangsawan, orang-orang ternama, orang suci di sekitar istana dengan segala kesaktian, keanehan, dan mukjizat tokoh utamanya.

Dalam Karya Sastra Melayu Riau (2017) yang karya Fitria Rosa, Neni Hermita dan Achmad Samsudin, hikayat berasal dari bahasa Arab hikayah, artinya kisah, cerita, atau dongeng.

Dalam sastra Melayu lama, pengertian hikayat adalah cerita rekaan berbentuk prosa panjang berbahasa Melayu, yang menceritakan tentang kehebatan dan kepahlawanan orang ternama dengan segala kesaktian dan keanehan yang dimiliki.

Menurut KBBI, hikayat adalah karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, dan silsilah bersifat rekaan, keagamaan, historis, biografis, atau gabungan sifat-sifat itu.

Ciri-Ciri Hikayat

Hikayat merupakan bagian dari prosa lama yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Menggunakan bahasa Melayu lama.
2. Pralogis, yaitu ceritanya kadang-kadang sulit diterima akal.
3. Istana sentries, yaitu pusat cerita berada di lingkungan istana.
4. Anonim, maksudnya adalah prosa tersebut tidak jelas siapa pengarangnya.
5. Statis, yaitu bersifat baku dan tetap.
6. Menggunakan kata arkhais, yaitu kata-kata yang kini tidak lazim digunakan, semisal kata: sebermula, hatta, dan syahdan.

Unsur-Unsur Pembangun Hikayat

Hikayat memiliki dua unsur, yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrisik hikayat adalah yang membangun cerita dari dalam. Sedangkan ekstrinsik adalah unsur yang membangun cerita dari luar.

Unsur Intrisik Hikayat

1. Tema, Tema adalah gagasan yang mendasari sebuah cerita.
2. Latar, Tempat, waktu, dan suasana dalam suatu cerita.
3. Alur, Alur merupakan jalinan peristiwa dalam sebuah cerita.
4. Amanat, Amanat merupakan pesan yang disampaikan oleh pengarang melalui sebuah cerita.
5. Tokoh, Tokoh adalah pemeran di dalam cerita.
6. Watak/ Penokohan, Penokohan yaitu penggambaran watak seorang tokoh.
7. Sudut Pandang, Sudut pandang merupakan teknik yang dipilih pencerita untuk mengemukakan gagasan dan ceritanya.
8. Gaya Bahasa, Merupakan kemampuan penulis dalam menyajikan suatu cerita yang menggunakan bahasa dan unsur-unsur keindahan lainnya

Unsur Ekstrinsik

1. Latar belakang agama
2. Adat
3. Budaya
4. Nilai dan norma kehidupan

Nilai-Nilai Hikayat

Sementara nilai-nilai adalah tuntunan perilaku atau hidup sesorang. Oleh karena itu, nilai-nilai biasanya tampak pada karakter tokoh cerita tersebut. Berikut nilai-nilai dalam hikayat yang perlu diketahui.

Nilai-nilai Hikayat:
1. Nilai Moral
Nilai moral dalah nilai yang berhubungan dengan baik buruknya sikap atau perbuatan tokoh dalam hikayat.

2. Nilai sosial
Nilai sosial merupakan nilai yang berhubungan dengan kehidupan di dalam masyarakat.

3. Nilai agama
Nilai agam adalah nilai yang berhubungan dengan masalah keagamaan atau hubungan manusia dengan Tuhan.

4. Nilai Pendidikan
Nilai pendidikan adalah yang berhubungan dengan sikap dan tata laku seseorang melalui upaya pengajaran dan latihan.

5. Nilai Budaya
Nilai Budaya merupakan nilai yang berhubungan dengan adat istiadat dan kebudayaan suatu daerah yang mendasari suatu cerita.

Contoh hikayatantara  yaitu Hikayat Hang Tuah, Hikayat Perang Palembang, Hikayat Seribu Satu Malam, Hikayat Nabi Sulaiman, Hikayat Bayan Budiman, Hikayat Bunga dan lain-lain.

Demian ulasan tentang Hikayat : Pengertian, Ciri, Unsur, dan Nilai yang Terkandung di Dalamnya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *