Jenis Silogisme : Kategorial, Hipotetsis, Alternatif, dan Disjungtif

Jenis Silogisme : Kategorial, Hipotetsis, Alternatif, dan Disjungtif

Tutorilmu.id. Penalaran deduktif dapat membantu menerapkan logika untuk memecahkan tantangan.

Penalaran deduktif mengambilan kesimpulan secara logis berdasarkan premis-premis yang ada. Premis di sini merupakan asumsi, pemikiran, dan landasan kesimpulan yang di anggap benar.

Bentuk umum dari penalaran deduktif adalah silogisme, di mana dua pernyataan (premis mayor dan premis minor) lalu mencapai kesimpulan logis.

Baca : Penalaran Deduktif : Pengertian, Ciri, Proses, Jenis, dan Contohnya

Silogisme adalah bentuk, cara berpikir atau menarik simpulan yang terdiri dari premis umum, premis khusus, dan simpulan.

Sedangkan premis merupakan dasar pemikiran atau kalimat atau proposisi yang menjadi dasar penarikan kesimpulan dan logika.

Silogisme secara umum ada empat, yaitu silogisme kategorial, silogisme hipotesis, silogisme alternatif,  dan silogisme disjungtif.

1. Silogisme Kategorial

Silogisme kategorial adalah silogisme yang terjadi dari tiga proposisi. Dua proposisi merupakan premis dan satu proposisi merupakan simpulan.

Premis yang bersifat umum yaitu premis mayor dan premis yang bersifat khusus adalah premis minor. Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Sebutan subjek simpulan adalah term minor dan predikat simpulan yaitu term mayor.

Contoh:
Premis Mayor : Semua mamalia menyusui anakny
Premis Minor  : Semua kambing adalah mamalia.
Konklusi           : Semua kambing menyusui anaknya.

2. Silogisme Hipotesis

Silogisme hipotesis adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi kondisional hipotesis. Kalau premis minornya membernarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Kalau premis minornya menolak anteseden, simpulan juga menolak konsekuen.

Contoh:
Premis Mayor  :  Jika hari ini cerah , saya akan ke rumah kakek.
Premis Minor   : Hari ini cerah.
Kesimpulan      : Maka saya akan ke rumah kakek

3. Silogisme Alterntif

Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Kalau premis minornya membenarkan salah satu alternatif, simpulannya akan menolak alternatif yang lain.

Contoh:
Premis Mayor :  Dia adalah seorang kiai atau profesor.
Premis Minor  :  Dia seorang kiai.
Kesimpulan     :  Jadi, dia bukan seorang profesor.

4. Silogisme Disjungtif

Silogisme ini, di mana premis mayor maupun minor merupakan bagian dari keputusan disjungtif

Contoh:
Premis Mayor   : Kamu makan sate atau bakso.
Premis Minor    : Kamu tidak makan sate .
Kesimpulan       : Maka kamu makan bakso.

Premis Mayor   : dia suka makan nasi goreng atau mi goreng.
Premis Minor    : ternyata dia tidak suka makan mi goreng.
Kesimpulan       : dia suka makan nasi goreng.

Demikian ulasan tentang Jenis Silogisme : Kategorial, Hipotetsis, Alternatif, dan Disjungtif. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *