Jenis Sufiks dalam Bahasa Indonesia yang perlu kamu ketahui

Jenis Sufiks dalam Bahasa Indonesia yang perlu kamu ketahui

Tutorilmu.id. Dalam sebuah teks, sering kita temui kata berimbuhan, baik itu terletak di awal kata dasar yaitu awalan atau perfiks, akhiran atau sufiks, gabungan atau konfilks, dan sisipan atau infiks.

Sufiks adalah imbuhan yang letaknya di akhir atau di belakang suatu kata dasar. Dalam pembentukan kata ini tidak pernah mengalami perubahan bentuk. Proses pembentukannya di sebut safiksasi (suffixation).

Baca : Imbuhan : Pengertian, Fungsi, Jenis , dan Contohnya

Karena letaknya di akhir, sehinga kata ini sering disebut dengan akhiran atau sufiks. Jenis-jenis sufiks adalah –an, -I, -nya, –kan, -kah, -wan, dan -wati.

Jenis  Sufiks

 

Kata yang terbentuk akibat mendapat sufiks, ada yang membentuk kata benda, kata sifat, atau kata kerja.
Berikut ini beberapa macam dari sufiks yang perlu kita ketahui. Antara lain yaitu:

1. Sufiks -an

Penambahan sufiks -an akan mengubah kata menjadi bentuk benda. Beberapa arti/makna yang terbentuk akibat sufiks -an, antara lain yaitu:
a. Menyatakan bagian.Contohnya: mingguan, harian, kiloan.
b. Menyatakan hal/ objek tertentu. Contohnya: Lukisan, tembakan, gambaran, ramalan.
c. Menyatakan alat. Contohnya: Teteran, timbangan, ayunan.
d. Menyatakan keseluruhan/ himpunan. Contohnya: Lautan, daratan.
e. Menyatakan tempat. Contohnya: Tumpuan, pangkalan, lapangan, kubangan, jalanan.
f. Menyatakan menyerupai.. Contohnya: Rumah-rumahan, mobil-mobilan, anak-anakan.

2. Sufiks -kan

Imbuhan sufiks -kan ini akan mengubah suatu kata menjadi kata kerja. Kata kerja yang terbentuk akibat mendapat sufiks -kan menyatakan makna perintah.

3. Sufiks -i

Kata yang mendapat imbuhan sufiks -i akan mengubah makna menjadi makna perintah.

4. Sufiks -kah

Sufiks -kah lebih sering dipakai dalam percakapan sehari-hari. Kata dengan imbuhan sufiks -kah ini akan berubah makna menjadi penegasan dalam pertanyaan.

5. Sufiks – nya

Kata dengan sufiks -nya pada bagian akhiran yang sering dikenal dengan mengungkapkan keterangan kata ganti orang ketiga tunggal.
Imbuhan sufiks -nya ini bisa memberikan makna sebagai berikut:
a. Menjelaskan situasi saat dipakai dalam kalimat. Contohnya: “Rangga belajar dengan semangatnya“
b. Menyatakan efek penekanan atau penegasan saat dipakai dalam kalimat. Contohnya: “Tutup jendelanya sekarang“
c. Menyatakan kata tugas. Contohnya: Sesungguhnya, sepertinya.

6.  Sufiks -man, -wan, -wati

Salah satu jenis sufiks ini dipakai sebagai penjelasan jenis kelamin. Sufiks -man dan -wan dipakai buat menjelaskan jenis kelamin laki – laki.
Sedangkan, kalo sufiks -wati dipakai buat menjelaskan jenis kelamin perempuan.

7. Sufiks -pun

Makna yang terbentuk dari kata dengan imbuhan sufiks -pun merupakan “juga”.
Misalnya, dalam kalimat “Sayapun merasa terpukul atas kejadian itu”. Sufiks -pun dalam kata “sayapun” mempunyai makna “saya” juga merasa terpukul seperti yang lain.

8. Sufiks pada Kata Asing Serapan

Kata ini juga juga bisa ditemukan pada kata – kata serapan asing, Berikut ini ada beberapa akhiran tersebut:
a. Sufiks –al yang mempunyai makna sifat. Contohnya: Aktual, formal, emosional.
b. Sufiks –iah yang bermakna sifat. Contohnya: Alamiah, lahiriah, batiniah.
c. Sufiks –asi/isasi yang mempunyai makna proses. Contohnya: Naturalisasi, konfirmasi.
d. Sufiks –asme yang mempunyai makna kata benda. Contohnya: Antuasiasme.
e. Sufiks –er yang mempunyai makna sifat. Contohnya: Sekunder, primer, tersier.
f. Sufiks –if yang mempunyai makna sifat. Contohnya: Sportif, objektif, subjektif.
g. Sufiks –is yang mempunyai makna sifat. Contohnya: Praktis, ekonomis.
h. Sufiks –al yang mempunyai makna paham/ aliran. Contohnya: Komunisme, nasionalisme, patriotisme.
i. Sufiks –or yang mempunyai makna “orang yang bertindak sebagai”. Contohnya: Narator, aktor, editor.

Demikian informasi tentang Jenis Sufiks dalam Bahasa Indonesia yang perlu kamu ketahui. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan