Kalimat Persuasif : Pengertian, Ciri, Fungsi, dan Contohnya

Kalimat Persuasif : Pengertian, Ciri, Fungsi, dan Contohnya

Tutorilmu.id. Fungsi Kalimat persuasif umumnya dapat terlihat  pada lembaran poster, pamflet, dan brosur, yang bersifat untuk mengiklankan.

Kalimat ajakan yang menggelitik pada iklan televisi, misalnya, memudahkan mengingat produk iklan  oleh pemirsa. Efek selanjutnya adalah produk tersebut bisa pemirsa konsumsi di kemudian hari.

Isi dalam kalimat persuasif ada makna perintah, tetapi yang disampaikan secara tersirat atau tak langsung dan tidak memaksa.

Baca : Jenis Kalimat dalam Bahasa Indonesia yang Harus Diketahui

Selain menggunakan kalimat ini sebagai bahan untuk promosi, kalimat persuasif juga bisa  sebagai kalimat perintah. Tetapi, kalimat perintah yang menggunakan kalimat persuasif biasanya berbeda dengan kalimat perintah biasanya.

Kalimat persuasif tersusun oleh tiga hal, yaitu argumentasi, fakta, dan ajakan. Oleh karena itu,sangat penting untuk memahami kalimat persuasif.

Pengertian Kalimat Persuasif

Secara etimologi, istilah persuasif berasal dari bahasa Inggris, yakni persuade, yang berarti membujuk atau meyakinkan pembaca.

Secara sederhana, kalimat persuasif ialah menyerukan suatu ajakan untuk melakukan atau membeli sesuatu kepada pembaca.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan arti persuasif adalah bersifat membujuk secara halus supaya menjadi yakin.

Sedangkan persuasi yaitu ajakan kepada seseorang dengan cara memberikan alasan dan prospek baik yang meyakinkan; bujukan halus.

Karena bersifat membujuk dan mengajak, maka tidak jarang kita menemukan kalimat ini di iklan dan penawaran. Di dalam kalimat persuasif, terdapat kalimat perintah  secara tersurat maupun tersirat.

Artinya kalimat tersebut bersifat membujuk atau merayu, namun secara tidak langsung juga memerintah yang sifatnya tidak memaksa.

Kalimat persuasif juga memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda  dengan jenis kalimat  lainya. Berikut ciri dan fungsi kalimat persuasif yang dilansir dari MateriBelajar.id.

Ciri Ciri Kalimat Persuasif

Adapun ciri ciri kalimat persuasif diantaranya :
1. Kalimat persuasif bersifat mengajak
2. Kalimat persuasi juga menggunakan tanda seru (!)
3. Umumnya digunakan dalam bahasa iklan, slogan, himbauan dan lain sebagainya.
4. Kalimat persuasi sering digunakan dalam bahasa promosi, iklan, slogan, himbauan dan juga kalimat ajakan lainnya.
5. Kalimat Persuasi sering menggunakan kata-kata persuasif atau kata-kata mengajak diantaranya Ayo, Marilah dan lain sebagainya.

Fungsi Kalimat Persuasif

Adapun kalimat persuasif memiliki fungsi antara lain yaitu

1. Perintah

Fungsinya yaitu bisa sebagai perintah dari satu individu kepada individu lainnya. Dalam sebuah organisasi, fungsi ini akan amat sangat berguna terutama ketika komunikasi atasan kepada bawahan terjadi. Strategi yang menggunakan komunikasi persuasif bisa dilakukan untuk membuat suatu perintah menjadi ajakan.

2. Instruksi

Pemberian instruksi juga bisa berupa ajakan-ajakan tertentu. Contoh, ketika suatu organisasi akan melakukan suatu kegiatan tertentu, maka menyisipkan kalimat-kalimat ajakan dalam kalimat instruksi yang ada. Cara ini juga akan memperhalus kalimat petunjuk menjadi kalimat yang melibatkan pihak yang diajak komunikasi. Teknik komunikasi pesuasif yang tepat bisa memberikan instruksi yang lebih mudah untuk dipahami.

3. Sosialisasi Kebijakan

Dalam organisasi, kegiatan sosialisasi mengenai penerapan kebijakan baru juga akan menjadi bagian dari fungsi persuasif. Sebuah ajakan agar menerima kebijakan baru tidak bisa dipaksakan begitu saja. Sehingganya dengan menggunakan komunikasi persuasif ini bisa menjadi lebih mudah.

4. Himbauan

Sama seperti sosialisasi, himbauan-himbauan tertentu untuk melaksanakan perintah atau aturan tertentu juga bisa menggunakan bentuk komunikasi persuasif dalam suatu organisasi. Ini merupakan contoh yang bisa kita temukan pada saat adanya rapat untuk mengevaluasi kinerja dan lain sebagainya.

5. Promosi Kesehatan

Promosi kesehatanoleh para tenaga kesehatan dalam suatu lingkup organisasi. Adapun pendekatannya juga menggunakan fungsi persuasif, tidak ada unsur pemaksaan di dalamnya. Jenis kegiatan ini adalah kegiatan yang menerapkan komunikasi persuasif.

6. Pendidikan Kesehatan

Perbedaan mendasar antara promosi kesehatan dengan pendidikan kesehatan adalah tentang tujuan dari adanya pelaksanaan kegiatan tersebut. Bila promosi kesehatan lebih mengarah pada upaya pencegahan terjadinya sakit, pendidikan kesehatan bisa melingkup hingga pada tingkat pengelolaan saat sakit. Komunikasi persuasif juga berfungsi untuk menumbuhkan kesadaran di dalam organisasi.

7. Simulasi

Simulasi ialah contoh fungsi persuasif dalam komunikasi organisasi yang bisa kita temukan terutama pada saat akan melakukan pelatihan-pelatihan tertentu. Pelatihan yang menggunakan peragaan akan menggunakan simulasi. Adapun di dalamnya bisa berisi ajakan-ajakan tertentu yang juga penerapan simulasi tersebut.

8. Dakwah

Dalam suatu organisasi tertentu, fungsi persuasif juga dapat ditunjukkan melalui dakwah. Organisasi-organisai keagamaan biasanya menggunakan jenis komunikasi persuasif dengan nilai-nilai dakwah di dalamnya.

Contoh Kalimat Persuasif

1. Marilah membuang sampah pada tempatnya!
2. Siramlah tanaman setiap hari agar tidak layu!
3. Marilah menjaga kebersihan lingkungan!
4. Jagalah lingkungan seperti kita menjaga diri kita sendiri!
5. Ayo kita menanam pohon untuk menyelamatkan bumi!
6. Ayo hidup sehat sebelum penyakit menyerang!
7. Marilah kita selalu berselawat kepada Baginda Rasulullah SAW!
8. Mari bekerja sama demi tujuan kita bersama!
9. Mari bekerja agar hidup sejahtera!
10. Ayo belajar dengan giat agar sukses di kemudian hari!
11. Janganlah bersedih karena putus cinta!
12. Dengarkanlah apa perkataan orang tua!
13. Ayo berhemat untuk masa depan yang cerah!
14. Jagalah kesehatan dengan makan teratur dan istirahat yang cukup.
15. Jauhilah aktivitas yang tidak berguna.

Demikian tentang Kalimat Persuasif : Pengertian, Ciri, Fungsi, dan Contohnya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan