Klitik : Pengertian, Fungsi, Bentuk, dan Contohnya

Klitik : Pengertian, Fungsi, Bentuk, dan Contohnya

Tutorilmu.id. Istilah klitik atau klitika dalam bahasa Indonesia, mungkin masih terdengar asing. Namun, klitik sangat dibutuhkan dan berperan penting dalam penulisan bahasa.

Klitik terbentuk lewat penyingkatan kata yang sebenarnya merupakan morfem terikat. Klitik dapat juga disebut bentuk ringkas atau singkatan.

Salah satu ciri utama dari klitik atau klitika ialah tidak dapat berdiri sendiri, karena harus disambung dengan kata lainnya.

Baca : Jenis Pronomina atau Kata Ganti dalam Bahasa Indonesia

Klitik berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata kerja, klinein yang berarti ‘bersandar’ (Verhaar, 1982;62). Ia mengatakan bahwa klitik selalu dipakai untuk menyebutkan kata-kata singkat yang tidak beraksen dan selalu bersandar pada suatu kata sebagai konstituennya

Pengertian klitik

Pengertian klitik Menurut Markhamah dan kawan-kawan dalam buku Teori Linguistik: Beberapa Aliran Linguistik (2018), klitik adalah bentuk singkat yang terletak di awal atau di akhir sebuah kata. Klitik yang berada di awal dinamakan proklitik. Sedangkan yang di akhir yaitu enklitik.

Mengutip dari buku Tata Bahasa Rote (2015) karya Leksi S. Y. Ingguoe, klitik merupakan bentuk terikat yang secara fonologis tidak memiliki tekanan sendiri. Klitik bukanlah morfem terikat karena mampu mengisi gatra pada tingkatan frasa atau klausa, namun tidak memiliki ciri kata.

Kridalaksana (1993:113) mengatakan klitik ialah bentuk terikat, secara fonologis tidak mempunyai tekanan sendiri atau yang tidak dianggap morfem terikat, tetapi mempunyai ciri-ciri kata karena dapat berlaku sebagai bentuk bebas.

Perbedaan Klitik dan Afiks

Dalam penggunaan bahasa, klitik hampir mirip dengan afiks. Tetapi jika melihat lebih dalam, ada perbedaan antar keduanya. Klitik masih mempunyai makna, sedangkan afiks sama sekali tidak memilikinya.

Menurut pemaparan Ramlan (2019), perbedaan klitik dan afiks terletak pada pemaknaan. Klitik memiliki arti leksikal dan gramatikal. Secara leksikal, -ku bertalian dengan aku, -mu dan kau- bertalian dengan kamu, serta -nya bertalian dengan ia. 

Kemudian secara gramatikal, apabila ku- melekat pada verba, kulihat misalnya, ia mengindikasikan makna ‘pelaku’. Sementara itu, apabila -ku melekat pada kata benda, misalnya mobilku, ia mampu menunjukkan makna ‘pemilik’. 

Hal ini jelas berbeda dengan afiks yang hanya memiliki arti gramatikal dan baru dapat bermakna ketika ia melekat pada kata yang lain. Kita tidak mengetahui makna me-, ber-, dan di- apabila ketiganya tidak menempel pada bentuk yang lain.

Fungsi Klitik

Peran unsur dalam suatu ujaran dan hubungannya secara struktural dengan unsur lain yaitu di sebut fungsi (Kridalaksna, 1993:60).

Fungsi klitik dalam sebuah kalimat dapat saja mengubah kalimat menjadi kategori lain atau kelas kata lain. Dalam bahasa Indonesia terdapat bentuk ku ‘aku’ yang berkategori nomina. Apabila melekat pada kata ambil yang berjenis verba menjadi verba ‘kuambil’.

Bentuk Klitik

Bentuk klitika tidak terlepas dari posisi klitik yang melekat pada bentuk lain. Sebutan untuk penampakan atau rupa satuan bahasa yaitu bentuk (Kridalaksana, 1993:28). Klitik sendiri punya dua bentuk yaitu proklitik dan  enklitik.

1. Proklitik

Proklitik ialah sebutan klitik yang letaknya di depan sebuah kata kerja. Misal, kutulis dan kautulis. Klitik yang secara fonologis terikat dengan kata yang mengikutinya yaitu proklitik (Kridaklasana, 1993:179), seperti ku menggantikan ‘aku’

Contoh:
Kubebaskan yang mencuri
Dia sudah kuhukum.
Dia sudah kauhukum.
Lagu itu kunyanyikan dengan bagus.
Lagu itu kaunyanyikan dengan bagus.

2. Enklitik

Sedangkan enklitik ialah klitik yang letaknya di belakang sebuah kata. Misal, jawabku atau kilahnya

Klitik yang terikat dengan unsur yang mendahuluinya yaitu bernama enklitik (Kridalaksana, 1993:51). Dalam Tata Bahasa Baku Indonesia terdapat bentuk ku, mu, nya, lah, tah, kah, dan pun sebagai enklitik (Moeliono, 1992:247). Bentuk kah, lah, pun, dan tah tidak dapat berdiri sendiri, tetapi selalu melekat pada bentuk lain.

Contoh:
Besar sekali kepalanya
Ibu mengajarkanku banyak hal.
Ibu mengajarkanmu banyak hal.
bu mengajarkannya banyak hal.

Demikian tentang Klitik : Pengertian, Fungsi, Bentuk, dan Contohnya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan