Panduan Penulisan, Kelebihan dan Kekurangan Soal Pilihan Ganda dan Uraian

Panduan Penulisan, Kelebihan dan Kekurangan Soal Pilihan Ganda dan Uraian

Tutorilmu.id. Penulisan butir soal yaitu tes tertulis merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam penyiapan bahan ulangan/ujian.

Setiap butir soal yang ditulis harus berdasarkan  kaidah, yaitu rumusan indikator soal yang sudah disusun dalam kisi-kisi dan berdasarkan kaidah penulisan soal bentuk obyektif dan kaidah penulisan soal uraian.

Ada kompetensi yang lebih tepat diukur dengan menggunakan tes tertulis dengan bentuk soal uraian, ada pula kompetensi yang lebih tepat diukur dengan menggunakan tes tertulis dengan bentuk soal objektif. Maka sesuaikan dengan kompetensinya.

Baca : Teknik Penilaian, Prinsip-Prinsip, Karakter, dan Mekanismenya

Bentuk  Penulisan Soal

Secara umum, soal yang guru buat dibedakan menjadi dua, yaitu soal pilihan ganda dan soal uraian. Bentuk tes tertulis pilihan ganda maupun uraian memiliki kelebihan dan kelemahan satu sama lain

Soal  pilihan ganda yaitu merupakan soal yang jawabannya harus dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disediakan.

Soal uraian yaitu merupakan soal yang jawabannya menuntut peserta didik untuk mengingat serta mengorganisasikan hal-hal tertentu dalam pembelajaran. Caranya adalah dengan mengemukakan atau mengekspresikanya dalam bentuk uraian tertulis.

Kelebihan dan Kekurangan bentuk Soal Pilihan Ganda

Beberapa kelebihan soal pilihan ganda adalah sebagai berikut:

1. Tes pilihan ganda memiliki karakteristik yang baik untuk alat pengukuran hasil belajar siswa

2. Item tes pilihan ganda yang dikonstruksikan dengan intensif dapat mencangkup hampir seluruh bahan pembelajaran yang guru berikan.

3. Item tes pilihan ganda adalah tempat untuk mengukur penguasaan informasi para siswa yang hendak dievaluasi

4. Item tes pilihan ganda dapat mengukur kemampuan intelektual atau kognitif, afektif, dan psikomotor siswa

5. Dengan menggunakan kunci jawaban yang sudah ada, guru memeriksa jawaban siswa dengan lebih mudah

6. Hasil jawaban siswa dari tes pilihan ganda dapat dikoreksi bersama, baik oleh guru maupun siswa dengan situasi yang lebih kondusif

7. Item tes pilihan ganda yang sudah dibuat terpisah antara lembar soal dan lembar jawaban, dapat guru gunakan secara berulang-ulang.

Sedangkan  kelemahan soal  pilihan ganda ada empat yaitu,

1. Konstruksi item tes pilihan lebih sulit serta membutuhkan waktu yang lebih lama daripada dengan penyusunan item tes bentuk objektif lainnya,

2. Tidak semua guru senang menggunakan tes pilihan ganda untuk mengukur hasil pembelajaran  dalam waktu tertentu, misalnya yaitu  satu semester atau satu kuartal

3. Item tes pilihan ganda kurang dapat mengukur kecakapan siswa dalam mengorganisasi materi hasil pembelajaran

4. Item tes pilihan ganda memberi peluang pada siswa untuk menerka jawaban.

Kelebihan dan Kelemahan Soal Bentuk Uraian

Beberapa keunggulan dan kelemahan tes bentuk uraian adalah sebagai berikut.

Kelebihannya penulisan soal uraian antara lain yaitu :

1. Memungkinkan siswa menjawab pertanyaan tes secara bebas.

2. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam hal menulis, mengutarakan ide-ide atau jalan pikirannya secara terorganisir, berpikir kreatif dan kritis.

3. Merupakan tes terbaik untuk mengukur kemampuan siswa mengemukakan pandangan dalam bentuk tulisan.

4. Merupakan tes terbaik untuk mengukur kemampuan siswa menjelaskan, membandingkan, merangkumkan, membedakan, menggambarkan, dan mengevaluasi suatu topik atau pokok bahasan.

5. Relatif lebih mudah menyusun pertanyaannya daripada  tes bentuk objektif.

6. Sangat memperkecil kemungkinan siswa menebak jawaban yang benar.

7. Dapat menggalakkan siswa untuk mempelajari secara luas konsep-konsep dan genelarisasi yang berkaitan dengan topik pembahasan pengajaran.

Kelemahannya Penulisan soal uraian antara lain yaitu :

1. Sukar diskor secara benar-benar objektif, walaupun itu tes yang dikualifikasi sebagai tes uraian objektif sekalipun.

2. Membutuhkan waktu yang lama untuk menjawab satu pertanyaan.

3. Jumlah pokok bahasan sub pokok bahasan sebagai sumber pertanyaan sangat terbatas.

4. Membutuhkan waktu yang jauh lebil lama bagi guru untuk membaca dan menilai semua jawaban siswa.

5. Sering terbuka untuk halo effect yang berupa kecenderungan untuk memberi nilai tinggi bagi siswa yang guru anggap  mempunyai kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan teman sekelasnya.

Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda dan Soal Uraian

1. Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda

Kaidah penulisan soal pilihan ganda, yaitu meliputi kaidah materi, kaidah konstruksi, dan kaidah bahasa.

1. Kaidah Materi

a. Soal harus sesuai  dengan indikator, artinya soal dapat  menanyakan perilaku dan materi yang hendak diukur sesuai dengan rumusan indikator dalam kisi-kisi.

b. Pilihan jawaban harus homogen dan logis, artinya semua pilihan jawaban harus berasal dari materi yang sama , dan semua pilihan jawan harus berfungsi.

c. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar, di samping itu mempunyai satu kunci jawaban.

2. Kaidah Konstruksi

a. Pokok soal guru susun dengan jelas dan tegas, sehingga materi yang hendak guru tanyakan  tidak menimbulkan pengertian berbeda. Di mana soal hanya mengandung satu permasalahan setiap nomor.

b. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban adalah pertanyaan yang diperlukan saja, sehingga rumusan atau pertanyaan tidak perlukan dapat guru hilangkan.

c. Pokok soal tidak memberikan petunjuk ke arah jawab yang benar,  sehingga jangan sampai terdapat ungkapan yang dapat memberikan petunjuk ke arah jawaban yang benar.

d. Pokok soal jangan mengandung pernyataan negatif ganda, hal ini mencegah terjadinya kesalah fahaman peserta didik terhadap arti pernyataan soal.

e. Pilihan jawaban harus homogen dan logis  dari segi materi, di samping itu  semua pilihan jawaban harus berasal dari materi yang sama dari pokok soal. Penulisan soal tersebut harus setara, dan semua pilihan jawaban harus berfungsi.

f. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama, karena adanya kecenderungan peserta didik memilih jawaban yang paling  panjang.  Di samping itu jawaban yang lebih panjang sering kali lebih lengkap dan merupakan kunci jawaban.

g. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah” atau ” salah, artinya dengan adanya pilihan seperti ini, pilihan jawaban berkurang satu.

h. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus tersusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis.

i. Gambar, grafik, tabel, diagram, wacana, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi, artinya  apa saja yang menyertai suatu soal yang ditanyakan harus jelas, terbaca, dapat  peserta didik pahami.

j. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya, umumnya, dan kadang-kadang.

k. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya, karena menyebabkan peserta didik yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar soal berikutnya.

3. Kaidah Bahasa

Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan soal, antara lain yaitu:

a. Pemakaian  kalimat, yaitu unsur subjek, unsur predikat, dan anak kalimat.

b. Pemakaian kata

, yaitu pilihan kata, penulisan kata, dan pemakaian ejaan.

c. Bahasanya harus komunikatif, sehingga peserta didik  mudah mengerti.

d. Pilihan jawaban jangan yang mengulang kata yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian pada pokok soal.

2. Kaidah Penulisan Soal Uraian
1. Segi Materi

a. Soal harus sesuai dengan indikator.

b. Memberikan batasan waktu untuk setiap  soal pertanyaan.

c. Pertanyaan materi harus sesuai dengan tujuan pengukuran.

d. Pertanyaan harus sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas.

2. Segi Konstruksi

a. Menggunakan kata tanya/perintah selanjutnya menuntut jawaban terurai.

b. Memiliki petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal.

c. Setiap soal harus ada pedoman penskorannya.

d. Tabel, gambar, grafik, peta, atau yang sejenisnya dapat tersaji dengan jelas, terbaca, dan berfungsi.

3. Segi Bahasa

a. Rumusan kalimat soal harus komunikatif.

b. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar (baku).

c. Jangan menimbulkan penafsiran ganda.

d. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu.

e. Tidak mengandung ungkapan yang menyinggung perasaan peserta didik.

Demikian panduan kaidah penulisan, kelebihan dan kekurangan soal Pilihan Ganda dan Uraian. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan