Prinsip Literasi Numerasi,  Komponen, dan Strategi Penerapannya

Prinsip Literasi Numerasi,  Komponen, dan Strategi Penerapannya

Tutorilmu.id. Literasi dan numerasi adalah kompetensi yang sifatnya general dan mendasar. Keduanya terkait dengan kemampuan berpikir tentang, dan dengan, bahasa serta matematika dalam berbagai konteks, baik personal, sosial, maupun profesional.

Literasi dan numerasi terkait dengan kemampuan menganalisis tampilan informasi yang dalam berbagai bentuk, baik berupa gafik, tabel, dan bagan.

Berdasarkan analisis tersebut kemudian menggunakan interpretasi hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil keputusan.

Baca : Literasi Numerasi : Pahami Perbedaannya dalam AKM

Literasi bukan hanya kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan menganalisis bacaan dan memahami konsep di balik tulisan tersebut. Kekuatan numerasi di sisi lain, berarti kemampuan untuk menganalisis menggunakan angka.

Secara sederhana, numerasi yaitu sebagai kemampuan untuk mengaplikasikan konsep bilangan dan keterampilan operasi hitung di dalam kehidupan sehari-hari dan kemampuan untuk menginterpretasi informasi kuantitatif yang terdapat di sekeliling kita.

Kemampuan ini dapat berupa kenyamanan terhadap bilangan dan cakap menggunakan keterampilan matematika secara praktis untuk memenuhi tuntutan kehidupan. 

Prinsip Penerapan Literasi dan Numerasi

Berikut ini adalah beberapa prinsip dasar dalam penerapan literasi dan numerasi bagi peserta didik.
1. Bersifat kontekstual, sesuai dengan kondisi geografis, sosial budaya, dan sebagainya.
2. Selaras dengan cakupan matematika dalam Kurikulum 2013.
3. Saling bergantung dan memperkaya unsur literasi lainnya.

Komponen Literasi Numerasi

Literasi Numerasi merupakan bagian dari matematika. Literasi ini bersifat praktis (di gunakan dalam kehidupan sehari-hari). Hal ini berkaitan dengan kewarganegaraan (memahami isu-isu dalam komunitas), profesional (dalam pekerjaan).

Juga bersifat rekreasi (misalnya, memahami skor dalam olahraga dan permainan), dan kultural (sebagai bagian dari pengetahuan mendalam dan kebudayaan manusia madani).

Dari sini kita bisa melihat bahwa cakupan literasi numerasi sangat luas, tidak hanya di dalam mata pelajaran matematika, tetapi juga beririsan dengan literasi lainnya, misalnya, literasi kebudayaan dan kewarganegaraan.

Dalam hal komponen literasi numerasi diambil dari cakupan matematika di dalam Kurikulum 2013, sebagai berikut.

Sementara ruang lingkup Literasi Numerasi dalam bentuk struktur di berikan dalam diagram di bawah ini:

Strategi Gerakan Literasi Numerasi di Sekolah

Strategi utama Gerakan Literasi Numerasi Sekolah berupa Literasi Numerasi Lintas Kurikulum (Numeracy Across Curriculum)

Literasi Numerasi Lintas Kurikulum adalah sebuah pendekatan penerapan numerasi secara konsisten dan menyeluruh di sekolah untuk mendukung pengembangan literasi numerasi bagi setiap peserta didik.

Kenyataan bahwa peserta didik sering kali tidak dapat menerapkan pengetahuan matematika mereka di bidang lain secara langsung menunjukkan adanya suatu kebutuhan bahwa semua pendidik perlu memfasilitasi proses tersebut.

Keterampilan literasi numerasi secara eksplisit diajarkan di dalam mata pelajaran matematika, tetapi peserta didik diberikan berbagai kesempatan untuk menggunakan matematika di luar mata pelajaran matematika, di berbagai situasi.

Menggunakan keterampilan matematika lintas kurikulum akan memperkaya pembelajaran bidang studi lain dan memberikan kontribusi dalam memperluas dan memperdalam pemahaman numerasi.

Selain melalui kurikulum, literasi numerasi juga dimunculkan di dalam lingkungan sekolah oleh staf nonguru atau melalui kegiatan-kegiatan rutin yang terjadi di sekolah, yang memberikan kesempatan nyata bagi peserta didik untuk mempraktikkan keterampilan literasi numerasi mereka.

Demikian tentang Prinsip Literasi Numerasi,  Komponen, dan Strategi Penerapannya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan